Polres Kukar Berhasil Lumpuhkan Perampok Antar Provinsi, Andrias : "Pelaku Berani Bunuh Korban"
TENGGARONG-
Jajaran Polres Kukar berhasil lumpuhkan dua orang pelaku perampok dengan
pencurian dengan pemberatan(curat) lintas Provinsi, pelaku perampokan tersebut
bernama Budi Santoso Wijaya alias Iwan Seret(48) dan Muhammad Noor alis Iwan
Tato(43). Kedua pelaku tidak segan untuk membunuh korbannya.
"Tim
Aligator Polres Kukar berhasil mengungkap kasus curat yang meresahkan
masyarakat, dari kejadian perampokan di Jalan Lais Tenggarong. Kedua tersangka
menjalankan aksi dirumah kosong, dengan membawa sajam jenis golok besar, yang
dipakai untuk membunuh korbannya," ujar Kapolres Kukar AKBP Andrias
Susanto Nugroho, Kamis(09/01/2019) sore, saat jumpa media, di Mapolres Kukar.
Andrias
memcerita, usai kejadian perampokan 27 Desember 2019, heboh di group WA
masyarakat, tim Aligator langsung bertindak cepat, mendalami kasus
tersebut,akhirnya tim aligator berhasil menangkap pelaku tanggal 07 Januari
2020 di Samarinda. Pelaku Iwan Seret merupakan residivis kawakan, yang
berstatus warga luar Kalimantan yang beraksi lintas kabupaten bahkan provinsi
untuk menjalankan aksinya.
"Untung
saja, tim kami bisa lumpuhkan di rumah kos tersangka di Samarinda, berikut
barang bukti hasil merampok. Pelaku berencana akan beraksi lagi di Jawa,"
ujarnya.
Penjara tidak
membuat Iwan seret jera melakukan perampokan, karena Iwan baru saja bebas dari
penjara 25 Desember 2019, dan sudah kembali menjalankan aksinya 27 Desember
2019, dan sudah tidak lupa menjalankan aksinya menggunakan sajam.
"Polres
Kukar kerjasama dengan Polresta Balikpapan, karena dari pengembangan kasus,
pelaku sempat melakukan perampokan di Balikpapan. Pelaku akan dijerat pasal 363
KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara," pungkasnya.
Sementara itu, tersangka Iwan Seret mengakui perbuatannya, dan juga membenarkan tidak segan untuk membunuh korban dengan sajam yang sudah disiapkan.
"Kalau
ketahuan korban, demi penyelamatan, saya akan bunuh korban tersebut,"
jelas Iwan Seret, dengan tangan terborgol, dan kaki pasca terkena timah panas,
karena akan kabur ketika mau ditangkap.(and/poskotakaltimnews.com)